PT Jasa Raharja mencatat angka penyaluran santunan korban kecelakaan lalu lintas di Jawa Timur mencapai Rp449 miliar atau meningkat 25 persen dibanding periode sebelumnya.
Meningkatnya angka santunan tersebut juga sejalan dengan kenaikan kejadian kecelakaan di lapangan serta dampak fatalitasnya.
Dwi Sasono Kepala PT Jasa Raharja Jawa Timur menjelaskan, klaim asuransi tersebut didominasi oleh kejadian lalu lintas, lonjakan korban luka-luka, serta bertambahnya korban meninggal dunia.
Dari ketiga faktor itu, kelompok korban luka-luka tercatat sebagai penyumbang terbesar dalam penyerapan dana asuransi PT Jasa Raharja Jawa Timur.
“Kondisi ini mengindikasikan bahwa frekuensi insiden lalu lintas di jalan raya tidak hanya bertambah secara kuantitas, namun juga menghasilkan dampak fatalitas cedera fisik yang semakin membesar,” kata Dwi Sasono dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).
Selain itu, Dwi menyebut kendaraan roda dua menjadi penyumbang terbesar angka kecelakaan lalu lintas dengan angka 70 sampai 80 persen karena tingginya risiko keselamatan fisik.
Kemudian, mobilitas masyarakat yang didominasi usia produktif dan menempuh jarak jauh menggunakan sepeda motor juga berpotensi meningkatkan insiden fatal di jalan raya.
”Kondisi ini sangat memprihatinkan karena kecelakaan didominasi oleh kelompok usia produktif. Termasuk pelajar dan mahasiswa. Mereka yang seharusnya menjadi tulang punggung ekonomi justru harus terdampak.” ujarnya.
Untuk menekan tingkat fatalitas, Jasa Raharja bersama kepolisian fokus menganalisa dan mendalami akar masalah dari melonjaknya angka kecelakaan lalu lintas tersebut.
Dwi mengatakan, analisa tersebut menjadi bagian penting untuk merumuskan langkah intervensi. Menurutnya, evaluasi mendasar menunjukkan bahwa hampir sebagian besar peristiwa kecelakaan bermula dari bentuk pelanggaran dan kelalaian.
“Meski kualitas infrastruktur jalan berpotensi memberikan andil, faktor utama kecelakaan tetap bertumpu pada human error atau ketidakhati-hatian pengendara di jalan raya,” pungkasnya.(wld/ham/rid)

NOW ON AIR SSFM 100

