Kamis, 20 Agustus 2026

Jelang Muktamar ke-35 NU, 21 Masyayikh Diabadikan dalam Buku

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Ilustrasi buku 21 masyayikh NU Jombang yang diterbitkan menjelang Muktamar ke-35 NU. Foto: Panitia Muktamar ke-35 NU

Sementara keterkaitan pesantren dengan perjuangan kebangsaan tergambar melalui sosok KH. Muhammad Wahib Wahab, putra KH. Wahab Hasbullah yang pernah menjabat Menteri Agama RI, Komandan PETA, dan Panglima Hizbullah.

Tokoh lain yang dibahas adalah KH. Abdul Fattah Hasyim, pendiri Madrasah Muallimin-Muallimat Bahrul Ulum, serta KH. Ma’shum Ali yang dikenal melalui kitab Amtsilah Tashrifiyah yang menjadi salah satu rujukan ilmu sharaf di pesantren-pesantren Nusantara.

Antologi tersebut juga mencatat kiprah KH. Dahlan Cholil dalam menjaga sanad Al-Qur’an sekaligus perjuangannya memimpin markas Laskar Hizbullah pada masa perang kemerdekaan.

Ada pula KH. Abdul Djalil Abdurrahman yang dikenal sebagai pendidik inovatif melalui metode jadawil dan karya kitab lintas disiplin keilmuan Islam.

Sosok lain yang diangkat yakni KH. M. Zubaidi Muslich, pendiri Pesantren Mambaul Hikam Jatirejo yang memadukan kajian turots dengan gerakan konservasi lingkungan, serta KH. Makki Ma’shum yang dikenal melalui pengabdiannya kepada KH. Hasyim Asy’ari dan upayanya menjaga kesinambungan sanad tarekat.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Kamis, 20 Agustus 2026
27o
Kurs