Minggu, 23 Agustus 2026

Jelang Muktamar Ke-35 NU, Registrasi Muktamirin Diperketat dengan RFID dan Barcode

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Panitia lokal Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) melakukan gladi kotor validasi mktamirin di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Foto: Panitia Muktamar ke-35 NU

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, akan dibuka pada Kamis (27/8/2026) mendatang.

Panitia Lokal saat ini memperketat sistem registrasi muktamirin untuk memastikan seluruh peserta yang masuk telah tervalidasi secara resmi.

Salah satu langkah yang disiapkan yakni penerapan sistem registrasi berbasis teknologi Radio Frequency Identification (RFID) dan kode QR atau barcode untuk mempercepat sekaligus memastikan ketepatan proses validasi data para muktamirin.

KH Abdurrozaq, Ketua Panitia Lokal Muktamar ke-35 NU sekaligus Ketua Umum Yayasan Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas mengatakan, penerapan sistem tersebut menjadi bagian dari kesiapan panitia menghadapi kedatangan peserta dari berbagai daerah.

Gus Rozaq, sapaannya, mengatakan bahwa proses registrasi menjadi tahapan penting karena menjadi pintu awal sebelum peserta mengikuti rangkaian agenda Muktamar ke-35 NU.

“Registrasi ini adalah pintu masuk utama. Data harus benar-benar tervalidasi karena berkaitan dengan keabsahan dan kelancaran peserta mengikuti agenda muktamar,” katanya dalam keterangan, Minggu (23/8/2026).

Untuk memastikan sistem berjalan sesuai prosedur, panitia sebelumnya juga telah menggelar simulasi gladi kotor di pos pendaftaran muktamirin pada Sabtu (22/8/2026).

Simulasi tersebut digunakan untuk menguji kesiapan personel sekaligus melihat alur pelayanan sejak peserta tiba hingga proses validasi sselesai

Dari simulasi itu, ia mengungkapkan bahwa panitia masih menemukan sejumlah poin yang perlu diperbaiki sebelum pelaksanaan muktamar.

Gus Rozaq menegaskan, peserta yang data dirinya tidak tercatat atau tidak tervalidasi dalam basis data resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tidak diperkenankan memasuki area utama kegiatan.

Pengetatan tersebut dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keamanan, sekaligus memastikan seluruh peserta yang berada di area muktamar merupakan pihak yang telah terdaftar secara resmi.

Selain registrasi, panitia juga terus mengecek kesiapan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari area tenda dan posko, penginapan, akomodasi, hingga armada transportasi.

Panitia dijadwalkan melanjutkan tahapan persiapan melalui gladi bersih. Evaluasi dari simulasi sebelumnya akan menjadi bahan pembenahan agar seluruh personel memahami tugas masing-masing dan pelayanan kepada ribuan muktamirin bisa berjalan lebih efektif saat Muktamar ke-35 NU berlangsung.

Seperti diketahui, Muktamar ke-35 NU yang akan menjadi forum pembahasan arah organisasi dan program lima tahun ke depan itu akan diselenggarakan pada 27 hingga 31 Agustus mendatang. (ris/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Minggu, 23 Agustus 2026
27o
Kurs