“Intinya, SPPG wajib menyerap telur dari peternakan sekitarnya dengan harga sesuai HPP (harga pembelian pemerintah (HPP), yaitu Rp26.500 per kilogram,” kata Agung, Rabu (5/8/2026).
Selain menjaga harga telur, pemerintah juga berupaya menekan biaya produksi peternak melalui penyaluran jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 242 ribu ton hingga Desember 2026 untuk kebutuhan pakan ternak.
Pemerintah juga membuka peluang penambahan pasokan jagung melalui Perum Bulog, jika kebutuhan peternak kembali meningkat.
Di sisi lain, Amran memperingatkan importir pakan agar tidak memainkan harga maupun melakukan pelanggaran. Ia menegaskan izin usaha dapat dicabut jika ditemukan kecurangan.
“Importir jangan bermain-main, aku cabut izinnya (jika bermain curang). Kalau ada pidana, kami kirim ke (kepolisian), sudah ada kami kirim (sebelumnya) ke Mabes Polri untuk diperiksa. Nggak boleh (ada kecurangan),” katanya. (ant/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

