“Ini yang banyak malah kemungkinan mancanegara karena mereka lagi summer kan. Jadi, memang ini agak mengecewakan, tapi saya yakin kalau wisatawan global pasti amat sangat paham ini, mereka juga amat sangat menghormati alam pastinya,” ungkapnya.
Untuk itu, Evy menyebut pendataan nilai kerugian imbas karhutla Bromo penting dilakukan untuk merumuskan program pendampingan dan bantuan bagi masyarakat lokal guna memulihkan ekosistem wisata pascakebakaran.
“Makanya kita himpun apa saja dampak-dampak kerugiannya, apakah yang bisa kita lakukan untuk industri pariwisatanya ini. Untuk ya paling tidak bukan mengganti kerugiannya, tapi apakah yang bisa dilakukan oleh Disbudpar nanti. Kami berhitung dulu,” ujarnya.
Sebagai upaya mitigasi ke depannya bagi para wisatawan, Evy bakal merekomendasikan aturan kunjungan ke kawasan Bromo dengan tidak membawa barang-barang pemicu api.
“Ke depan, kami menyarankan agar pengunjung dilarang membawa rokok, baik rokok konvensional maupun vape,” ucap dia.

NOW ON AIR SSFM 100

