Keterbatasan sumber air menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan kebakaran. Selain itu, kondisi medan membuat pemadaman dari darat tidak memungkinkan dilakukan di titik api utama.
Lokasi kebakaran berada di lereng Gunung Bromo dengan kemiringan medan yang sangat curam, mencapai sekitar 80 derajat. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan personel apabila pemadaman dilakukan secara langsung dari darat.
“Tim pemadam darat tidak memungkinkan untuk menjangkau lokasi demi keselamatan jiwa personel di lapangan,” ujar Suharyanto.
Karena itu, operasi pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing menjadi salah satu metode utama untuk menjangkau titik kebakaran yang sulit diakses pasukan darat.
Di tengah berbagai kendala tersebut, BNPB optimistis kebakaran di kawasan TNBTS dapat segera dikendalikan. Salah satu upaya yang disiapkan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di kawasan terdampak.

NOW ON AIR SSFM 100

