Hingga Rabu, sebagian besar titik api berhasil dipadamkan dan tersisa satu titik di wilayah Dingklik.
Medan terjal menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Lokasi titik api berada di kawasan tebing sehingga sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, operasi pemadaman dilakukan menggunakan metode water bombing dengan mengerahkan tiga unit helikopter.
Oemar mengatakan, seluruh potensi personel dan peralatan penanggulangan bencana dikerahkan untuk mempercepat pemadaman di kawasan TNBTS, khususnya di wilayah Pasuruan.
“Semua potensi dari BPBD sudah diturunkan mulai dari kendaraan Damkar dari Surabaya, Malang, Nganjuk, Jombang, Kabupaten/Kota Pasuruan, Mojokerto, dan Probolinggo untuk fokus di Pasuruan,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

