“Saya juga jujur itu adalah sebuah murni panic attack dari saya, karena saya juga ada beberapa bukti yang menyatakan bahwasanya saya sudah bertanggungjawab. Saya juga tidak mengarahkan untuk melakukan hal tersebut karena itu juga berkaitan dengan hukum dan tentunya itu sangat berpengaruh dengan kesehatan yang bersangkutan. Namun pada akhirnya setelah pertemuan kami muncullah berita yang ibaratnya hanya menampilkan sudut pandang dari yang bersangkutan,” paparnya.
Tio juga membantah adanya keterpaksaan dalam hubungan keduanya. “Kesepakatan bersama kalau boleh saya mengatakan,” imbuhnya.
Di sisi lain, Tio menerima keputusan pencabutan keanggotaannya dari Paguyuban Cak Surabaya sekaligus status Runner Up Raka Jatim 2026.

“Karena gimana juga itu adalah yang tidak dibenarkan juga dan saya tidak ingin juga menyenggol dua instansi atau mungkin dua organisasi yang sudah pernah saya timba ilmunya. Jadi saya sudah legowo dengan hal tersebut ya untuk fokus ke depan saya hanya ingin semua baik-baik saja,” bebernya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya juga menghentikan kontrak kerja Tio di Bagian Umum, Protokol, dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) mulai, Senin (10/8/2026). Keputusan itu diambil setelah viral tangkapan layar percakapan yang diduga melibatkan Tio dengan seorang perempuan terkait permintaan aborsi. (lta/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

