“Kita melihat laju peningkatan mulai melambat. Tetapi ini bukan berarti kewaspadaan diturunkan. Pemantauan dan surveilans tetap kami lakukan secara berkelanjutan bersama Dinas Kesehatan kabupaten/kota,” katanya.
Pada minggu ke-32 Dinkes Kalsel mencatat laporan kasus ISPA terbanyak berasal dari Kota Banjarmasin sebanyak 1.603 kasus, disusul Kota Banjarbaru 1.142 kasus, Kabupaten Banjar 1.135 kasus, Kabupaten Tanah Laut 751 kasus, dan Kabupaten Kotabaru 538 kasus.
Tiga daerah teratas menyumbang sekitar 45,9 persen dari total laporan pada pekan tersebut.
Sementara itu perkembangan kasus di daerah lainnya, termasuk Barito Kuala, Hulu Sungai Utara, Tapin, dan Hulu Sungai Tengah, juga menjadi perhatian dalam pemantauan Dinkes Kalsel untuk mendapatkan gambaran perkembangan ISPA di seluruh kabupaten/kota.
Diauddin menegaskan angka tersebut merupakan kasus yang dilaporkan melalui SKDR dan tidak dapat serta-merta digunakan untuk membandingkan tingkat risiko antarwilayah karena jumlah penduduk, kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan, serta kelengkapan dan ketepatan pelaporan dapat berbeda di setiap daerah.

NOW ON AIR SSFM 100

