Rabu, 2 September 2026

Kasus MBG Sidoarjo, Dinkes dan Puskesmas Diminta Jemput Bola Cek Siswa Tak Masuk Sekolah

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Emil Elestianto Dardak Wagub Jatim saat berbincang dengan Teguh Bayu Wibowo Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur, Rabu (2/9/2026) dini hari. Foto: Meilita Elaine suarasurabaya.net

Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) meminta Dinas Pendidikan Sidoarjo melakukan pengecekan absensi siswa setelah muncul kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyebabkan ratusan orang mendapat perawatan di rumah sakit.

Emil mengatakan, langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya siswa yang mengalami keluhan kesehatan tetapi tidak dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan oleh keluarganya.

“Kalau ini diare ya, kadang dicoba ditangani secara mandiri gitu ya. Nah, maka kami minta Kepala Dinas Pendidikan Sidoarjo yang semalam juga bersama kami, untuk mereka mengecek absensi siswa pagi ini,” kata Emil saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Rabu (2/9/2026)

Menurutnya, apabila ditemukan siswa yang tidak masuk sekolah, Dinas Kesehatan dan Puskesmas setempat diminta segera melakukan pengecekan langsung ke rumah siswa tersebut.

“Kalau ada yang enggak masuk itu segera dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk jemput bola ngecek kondisi anaknya. Khawatirnya mereka sakit dan tidak diberikan penanganan medis,” ujarnya.

Emil sebelumnya menyebut korban dugaan keracunan MBG di Sidoarjo berasal dari 19 lembaga pendidikan yang menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama.

Ia memastikan penerima manfaat program tersebut tidak hanya berasal dari jenjang SMP dan SMA.

“Ada SD, tetapi semalam saat saya meninjau kebanyakan itu SMP dan SMA yang sedang dirawat,” jelasnya.

Sementara untuk jenjang TK, Emil mengatakan penerima manfaat MBG memang mencakup anak TK. Namun, hingga saat ini belum dapat dikonfirmasi apakah ada pasien dari jenjang TK yang dirujuk dan mendapat perawatan di rumah sakit.

“Kalau penerimanya iya, tapi dari pasiennya informasi-informasi yang kita dapat belum bisa dikonfirmasi apakah ada juga yang dari TK yang dirujuk rumah sakit. Tapi penerima manfaatnya ada yang TK dan SD dari 19 lembaga itu,” katanya.

Terkait kondisi pasien, Emil menyampaikan sebagian besar pasien di RSUD R.T. Notopuro sudah diperbolehkan pulang. Sebanyak lebih dari 230 pasien telah keluar dari rumah sakit, sementara 92 pasien masih menjalani observasi dan tiga pasien masih menjalani rawat inap.

Di RS Siti Hajar, dari sekitar 77 pasien yang ditangani, lebih dari 30 pasien masih menjalani rawat inap. Emil memastikan seluruh pasien ditangani berdasarkan kondisi masing-masing. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 2 September 2026
31o
Kurs