“Jadi dikatakan satwa kurus atau mati ini adalah dalam persepsi yang banyak ya, dalam sudut pandang yang sekiranya memang kita tidak bisa menjelaskan satu per satu. Dalam arti bahwa selama periode yang di sampaikan tersebut, satwa yang kami pelihara kami tetap berupaya untuk selalu memberikan yang terbaik untuk satwa. Adapun terjadinya satwa mati itu pastinya sesuatu hal kematian yang normal bukan menjadi suatu kematian yang dikarenakan kelalaian dan lain sebagainya,” bebernya.
Adapun dari keempat foto satwa yang beredar itu, menurutnya hanya gajah bernama Dumbo yang mati saat KBS berstatus PD TS. Namun ia memastikan penyebabnya karena virus yang dibuktikan dengan hasil lab.
Meski tak menjelaskan datanya secara rinci, tapi Nurika memastikan jumlah kematian satwa tiap tahun masih dalam batas wajar dan penyebabnya karena alamiah makhluk hidup. Ia juga menegaskan komitmen KBS sebagai lembaga konservasi tetap mengedepankan kesejahteraan satwa.
“Jadi di sini kami dalam pemeliharaan, terus peningkatan kualitas kesehatan itu tetap kami menjadi terdepan,” ungkapnya lagi.
Salah satunya, kata dia, memberikan animal enrichment atau rangsangan agar satwa bisa mengekspresikan perilaku alaminya. Ia juga memastikan, pemberian pakan dan perawatan satwa dilakukan secara optimal sesuau kaidah kesejahteraan satwa.







