Senin, 24 Agustus 2026

Kebakaran Arjuno-Welirang Capai 146 Hektare, Helikopter Water Bombing Kembali Dikerahkan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Petugas gabungan saat melakukan pemadaman secara manual dalam karhutla di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo atau kawasan Gunung Arjuno-Welirang, Kamis (20/6/2026). Foto: Dok. BPBD Jatim

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Tahura Raden Soerjo, Gunung Arjuno-Welirang diperkirakan tembus sampai 146 hektare lahan.

Jumadi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jatim menjelaskan, luasan tersebut masih bersifat sementara dan akan diverifikasi lebih lanjut sesudah proses pemadaman tuntas sepenuhnya.

“140-an hektare (perkiraan terdampak karhutla), yang pertama rilis ya, sebelum nanti ada kejadian lagi belum yang kemarin,” ujar Jumadi saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026).

Jumadi menjelaskan, saat ini tim gabungan masih memfokuskan upaya pemadaman pada satu titik api yang masih menyala di lereng menuju Puncak Arjuno.

Tim darat mengalami kesulitan untuk menjangkau titik api tersebut karena memiliki medan yang curam dengan kemiringan sekitar 60-70 derajat.

Oleh karena itu petugas gabungan kembali mengoperasikan helikopter water bombing untuk memadam satu titik api tersebut. Sementara itu, titik api lainnya dipastikan sudah padam.

Pemadaman udara tersebut dilakukan menggunakan satu helikopter bantuan BNPB dengan kapasitas angkut 1.000 liter air.

Untuk pengisian air dilakukan dari berbagai sumber, termasuk kolam Kaliandra, Taman Safari, serta tandon air yang disiapkan BPBD Pasuruan di Lapangan Kaliandra agar operasi tidak terhambat.

“Sekarang masih dilakukan water bombing. Titik-titik lain seperti di Kembar 1, Kembar 2, dan sekitar Lapangan Kotak sudah padam. Tinggal satu titik yang sedang difokuskan,” jelasnya.

Sementara itu terkait evaluasi dampak terhadap flora dan fauna belum dilakukan karena seluruh personel masih diprioritaskan untuk memadamkan api.

“Kita konsentrasi dulu pada pemadaman. Setelah itu baru kita evaluasi dampaknya terhadap habitat,” ujarnya.

Sedangkan untuk penyebab kebakaran, Dinas Kehutanan belum menyimpulkan apakah api muncul akibat unsur kesengajaan atau kelalaian. Namun, Jumadi menilai sumber api kemungkinan besar berkaitan dengan aktivitas manusia.

“Kalau api yang membawa pasti manusia. Tapi sengaja atau tidak, itu yang belum kita ketahui,” tandasnya. (wld/saf/ham)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Senin, 24 Agustus 2026
27o
Kurs