TNI Angkatan Laut menyiapkan latihan pemadaman kebakaran kapal berstandar internasional bersama berbagai stakeholder maritim untuk menekan kejadian kebakaran kapal yang berulang.
Laksamana Madya TNI Edwin Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) mengatakan, kebakaran dan kebocoran merupakan dua kondisi darurat yang paling krusial di kapal.
“Dan inilah yang kita laksanakan salah satunya melatih para prajurit-prajurit Jalasena untuk dia senantiasa siap siaga menghadapi kondisi kedaruratan ini,” katanya saat peresmian Fire Fighting Training Center di Koarmada II, Jumat (11/9/2026).
Fasilitas itu tak hanya digunakan untuk melatih prajurit TNI AL. Pusat pelatihan tersebut juga akan dimanfaatkan bersama stakeholder di bidang maritim dan sektor terkait lainnya.
Targetnya mereduksi kejadian kebakaran kapal. “Kecepatan dari para awak kapal untuk menanggulangi kebakaran tersebut,” ungkapnya.
Edwin menyebut, standar internasional penanganan kebakaran di kapal menargetkan waktu respons tidak lebih dari empat menit.
“Nah, ini yang kita gunakan untuk satu standar yang terukur dalam pencegahan bahaya yang lebih buruk lagi dari sebuah kejadian kebakaran di kapal,” bebernya.
Ia berharap standar tersebut dapat dipahami dan diterapkan seluruh awak kapal, termasuk untuk menghadapi potensi kebocoran.
“Ini yang kita kolaborasikan nanti dengan fasilitas yang kita miliki ini bisa kita manfaatkan bersama-sama karena dengan standarisasi internasional yang sudah terukur diharapkan seluruh pengawak kapal itu betul-betul memiliki standar untuk menghadapi bahaya kebakaran khususnya,” tandasnya.
Sebagai informasi, peresmian Fire Fighting Training Center di Koarmada II itu juga dihadiri Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan RI. (lta/bil/ipg)

NOW ON AIR SSFM 100

