Jumat, 23 Oktober 2026

Kemenhub Minta Penumpang Rutin Cek Jadwal Penerbangan Imbas Karhutla

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Kabut asap yang terlihat di Ang Mo Kio, Singapura pada Sabtu (17/10/2026) sore. Foto: CNA

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau calon penumpang pesawat untuk rutin memeriksa status penerbangan menyusul kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih mengganggu operasional penerbangan di sejumlah wilayah Indonesia.

Lukman F. Laisa Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub mengatakan, jadwal penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi cuaca dan jarak pandang di sekitar bandar udara.

“Karena itu, penumpang diminta memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai dan bandar udara,” kata Lukman dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/10/2026) yang dikutip Antara.

Kemenhub mencatat sebanyak 2.775 penerbangan domestik terdampak karhutla selama periode 11 Agustus hingga 21 Oktober 2026. Jumlah itu bertambah 171 penerbangan dibandingkan data pada 19 Oktober.

Dari total tersebut, sebanyak 1.170 penerbangan mengalami keterlambatan, 1.544 penerbangan dibatalkan atau ditunda, dan 25 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain.

Selain itu, enam penerbangan harus kembali ke bandar udara keberangkatan atau return to base (RTB), sedangkan 30 penerbangan mengalami perubahan jadwal menjadi lebih awal.

Lukman menjelaskan, asap karhutla menyebabkan berkurangnya jarak pandang di sekitar bandar udara sehingga memengaruhi proses lepas landas, pendaratan, hingga pergerakan pesawat.

“Penyesuaian jadwal pada penerbangan yang terdampak karhutla semata-mata dilakukan demi keselamatan. Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan,” tegasnya.

Gangguan akibat kabut asap kini dilaporkan meluas hingga Nusa Tenggara Timur, selain Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua.

Sejumlah bandar udara terdampak antara lain Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, Supadio di Pontianak, Sultan Thaha di Jambi, Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang, serta Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu.

Gangguan juga terjadi di Bandara Sultan Babullah Ternate, Pattimura Ambon, Mozes Kilangin Timika, Rendani Manokwari, dan H. Hasan Aroeboesman Ende.

Sebagai langkah antisipasi, sejumlah maskapai telah membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan berlangsung pada 22-25 Oktober 2026. Pembatalan tersebut antara lain terjadi pada rute dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, dan Singkawang.

Kemenhub meminta calon penumpang pada rute terdampak segera menghubungi maskapai masing-masing untuk mendapatkan informasi mengenai penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian biaya tiket (refund).

Selain penerbangan domestik, Kemenhub juga mencatat 14 penerbangan internasional dibatalkan akibat kabut asap karhutla. Sebanyak 12 penerbangan rute Singapura-Pontianak pulang pergi dibatalkan pada 12-23 September 2026 akibat gangguan asap di Bandara Supadio.

Sementara dua penerbangan rute Singapura-Palembang pulang pergi dibatalkan pada 15 Oktober 2026 akibat kondisi serupa di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.

Bandar udara terdampak diminta menerapkan prosedur operasional saat jarak pandang rendah atau Low Visibility Procedures (LVP), serta menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) apabila terdapat perubahan kondisi operasional.

Kemenhub juga meminta pengelola bandar udara menyampaikan informasi penerbangan secara berkala kepada penumpang serta menyediakan masker untuk membantu mengurangi paparan asap.

Di sisi lain, operasi pemadaman karhutla melalui udara masih terus dilakukan. Hingga 20 Oktober 2026, operasi water bombing telah mencapai 5.320 siklus penerbangan dengan melibatkan 39 pesawat dari 11 operator.

Lukman memastikan koordinasi dengan seluruh pihak terkait akan terus ditingkatkan untuk menjaga keselamatan penerbangan di tengah gangguan kabut asap.

“Kami terus mendorong seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Penumpang juga kami minta mengikuti arahan petugas di bandar udara apabila terjadi perubahan jadwal,” ujarnya. (ant/bil/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Jumat, 23 Oktober 2026
30o
Kurs