Menurut Imran, lansia dengan HIV saat ini kerap harus berpindah dari satu klinik ke klinik lain untuk mendapatkan terapi antiretroviral atau ART, penanganan diabetes, hipertensi, hingga pemeriksaan kardiovaskular.
Fragmentasi layanan seperti itu berisiko menambah beban biaya dan waktu, sekaligus meningkatkan risiko pasien putus pengobatan.
Selain HIV, Imran juga menyoroti beban TB pada lansia yang terus meningkat. Analisis global menunjukkan, pada 2023 orang berusia 65 tahun ke atas menyumbang 21 persen dari seluruh kasus TB dan 23 persen dari kematian akibat TB.
“Jumlah kasus pada kelompok ini meningkat sejak 2000, tren ini terjadi meskipun insiden TB keseluruhan menurun di beberapa wilayah. TB pada lansia juga menuntut perhatian khusus,” katanya.
Ia menjelaskan, gejala TB pada lansia sering kali tidak khas. Kondisi itu membuat TB mudah disalahartikan sebagai tanda penuaan atau penyakit kronis lain.

NOW ON AIR SSFM 100

