Minggu, 5 Juli 2026

Kemenkes Tekankan Pentingnya Layanan Kesehatan Setara untuk Kelompok Rentan TB dan HIV

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Warga memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis bagi yang ulang tahun di Puskesmas Manukan Kulon, Surabaya, Senin (10/2/2025). Foto: Dok suarasurabaya.net

Selain itu, fasilitas kesehatan, materi edukasi, dan sistem rujukan juga harus inklusif bagi penyandang disabilitas. Hal ini mencakup akses fisik ke klinik, informasi dalam format ramah disabilitas, serta tenaga kesehatan yang mampu berkomunikasi dengan empati.

Imran menegaskan, integrasi layanan menjadi kunci dalam penanganan HIV dan TB. Klinik HIV dan TB harus terhubung dengan layanan kesehatan mental, manajemen penyakit tidak menular, perlindungan sosial, dan rehabilitasi.

Model layanan terpadu dinilai dapat mengurangi beban pasien sekaligus meningkatkan hasil klinis. Di tingkat kebijakan, pembiayaan juga harus diarahkan untuk mendukung layanan yang berpusat pada pasien dan dipimpin komunitas.

Imran menyebut, indikator kualitas hidup perlu menjadi tolok ukur utama. Di antaranya retensi dalam perawatan, viral suppression pada lansia, penurunan kekerasan berbasis gender, serta akses layanan bagi penyandang disabilitas.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal sosial dan jaringan komunitas yang kuat. Tantangannya adalah mengubah modal tersebut menjadi kebijakan dan praktik yang benar-benar menjangkau kelompok paling rentan.

“Jika kita menempatkan manusia di pusat respons HIV dan TB, kita tidak hanya menurunkan angka kasus, tetapi juga memulihkan martabat, kesehatan, dan harapan hidup bagi setiap orang, tanpa kecuali,” katanya. (ant/bil/iss)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Minggu, 5 Juli 2026
31o
Kurs