Selasa, 28 April 2026

Kemenkeu Optimistis IHSG Indonesia Bakal Bisa Tembus di Angka 28.000 pada 2030

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan saat Media Briefing di kantor Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (24/4/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menembus angka 28.000 pada 2029-2030. Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan (Menkeu) mengatakan, kunci menaikkannya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi.

“Itu saya bilang bisa empat tahun kali. Bisalah 28.000. Mereka bilang itu Purbaya gila. Coba kalau Anda lihat tahun 2002, kan indeks 200-an. 2009 ada berapa? 2.500. 10 kali naik ya. Jadi itu bukan hal yang tidak mungkin kalau kita kembangkan pertumbuhan ekonomi yang baik dan itu pasti akan terjadi,” katanya saat acara Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana di Main Hall BEI, Senin (27/4/2026).

Pemerintah menekankan fondasi ekonomi bangsa akan menentukan nilai IHSG.

“Saya selalu bilang fondasi ekonomi akan menentukan nilai IHSG kita kan. Saya selalu bilang dari mulai titik terendah ekonomi, sampai unjung dari masa ekspansi, itu bisa empat sampai lima kali. Let’s say sekarang 7.000 lah. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030,” ujarnya.

Dalam kurun waktu 2-3 tahun ke depan, pemerintah juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Katanya peningkatan pertumbuhan ekonomi akan sejalan dengan peningkatan pasar saham yang signifikan.

“Jadi, pertumbuhan 8 persen mungkin orang-orang bilang terlalu tinggi tapi kalau untuk saya sudah hampir kelihatan nanti 2 tahun, 3 tahun lagi Anda sudah ngelihat tuh angka 8 persen sudah nyundul-nyundul ke atas. Artinya prospek pasar saham kita juga akan naik dengan signifikan,” katanya.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa didorong dengan berbagai kebijakan yang reformatif di era pemerintahan Prabowo Subianto.

“Dengan keadaan yang sama tanpa reformasi industri yang berlebihan, kita bisa tumbuh 6 persen dengan hanya menghidupkan private sector dan government sector saja. Itu modal awal. Belum lagi nanti kalau kita rubah struktur ekonominya secara bertahap,” pungkasnya.(lea/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Selasa, 28 April 2026
33o
Kurs