Minggu, 26 April 2026

KemenPPPA Turunkan Tim Dampingi Penanganan Kasus Kekerasan Anak di Daycare DIY

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Lokasi Daycare Little Aresha, tempat penitipan anak yang diduga melakukan kekerasan pada anak, di Kota Yogyakarta. Foto: Antara

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) menurunkan tim untuk mendampingi penanganan kasus 53 anak korban kekerasan di Daycare Little Aresha, di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Rencananya besok di assesment awal, KemenPPPA akan menurunkan tim untuk mendampingi. Kasus ini sudah menjadi atensi dari Ibu Menteri (PPPA),” ucap Indra Gunawan Plt Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Minggu (26/4/2026).

Saat ini KemenPPPA telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) provinsi dan kota setempat.

“Sudah koordinasi dengan Dinas PPPA provinsi dan kota. Tadi malam (kami) juga ada zoom (meeting) dengan pihak-pihak terkait. Karena korbannya cukup banyak, UPTD (PPPA) Yogyakarta juga akan bekerja sama dengan SDM psikolog dan Dinas Kesehatan Yogyakarta untuk pendampingan psikologis dan hukum apabila ada orang tua yang mau melapor ke aparat penegak hukum,” ujar Indra seperti dikutip Antara.

Kasus yang menjadi sorotan publik ini mencuat usai sebuah akun media sosial Threads @veronicarosita_ mengunggah sebuah tulisan pada, Jumat (24/4/2026), yang menanyakan situasi di area Daycare Little Aresha hingga diberi garis polisi.

Unggahan tersebut viral di kalangan pengguna media sosial sampai para pengguna membagikan tautan loaksi Google Maps tempat penitipan anak tersebut, termasuk ulasan dari orang tua yang pernah menitipkan anaknya di sana.

Pengakuan dari salah satu wali murid menyebutkan bahwa anaknya menunjukkan sikap ketakutan saat hendak dititipkan kembali di daycare tersebut.

Aparat kepolisian pada, Jumat (24/4/2026), kemudian melakukan penggerebekan karena daycare tersebut diduga melakukan tindak pidana dengan mendiskriminasi anak atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak.

Laporan lain yang beredar di media sosial pun menyebutkan bahwa anak-anak kerap menjadi korban tindak kekerasan, mulai dari diikat, diseret, hingga dipukul. Hingga saat ini, polisi masih mendalami keterangan yang ada dan belum memberi kesimpulan final terhadap detail kejadian. (ant/vve/bil/ham)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Kebakaran Rumah di Pengampon Surabaya

Surabaya
Minggu, 26 April 2026
32o
Kurs