Kementerian Sosial (Kemensos) merekrut sekitar 13.000 sumber daya manusia, untuk operasional Sekolah Rakyat. Perekrutan dilakukan secara bertahap, melalui rekrutmen terbuka untuk menjamin kualitas pengajaran dan pendampingan siswa.
Saifullah Yusuf Mensos di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (2910/2026) menjelaskan, saat ini jumlah tenaga Sekolah Rakyat yang terdiri atas guru, wali asrama, hingga wali asuh telah mencapai lebih dari 13.000 orang.
Meskipun tidak dipaparkan secara rinci, tetapi ia memastikan rekrutmen dibuka setiap tahun, khususnya bagi wali asuh dan wali asrama untuk kebutuhan Sekolah Rakyat yang ditargetkan 500 unit di seluruh Indonesia pada 2029.
“Kita semua kira-kira sudah ada sekitar 13.000 orang, mulai dari guru, wali asrama, wali asuh. Namun, setiap tahun kami akan seleksi ya. kebutuhan wali-wali ini menyesuaikan kelas, menyesuaikan sarana dan prasarananya yang ditargetkan pemerintah,” katanya, dilansir Antara.
Ia menyampaikan pada awal program berjalan, operasional di Sekolah Rakyat sempat memanfaatkan tenaga pendamping dari pilar-pilar sosial dan pendamping keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).
NOW ON AIR SSFM 100

