Kebijakan pengurangan pasokan gas bumi Indonesia ke Singapura memunculkan beragam respons masyarakat. Dalam Program Wawasan Polling Radio Suara Surabaya dengan tajuk “Indonesia Pangkas Pasokan Gas ke Singapura, Mendukung atau Khawatir?”, mayoritas pendengar yang berpartisipasi melalui WhatsApp dan telepon menyatakan mendukung kebijakan tersebut. Sementara itu, hasil polling di Instagram @suarasurabayamedia menunjukkan suara yang berimbang antara pihak yang mendukung dan khawatir.
Berdasarkan hasil polling melalui WhatsApp dan telepon sejak program dimulai Kamis (29/10/2026) pukul 07.00 WIB, sebanyak 82 persen atau 67 pendengar menyatakan mendukung pengurangan pasokan gas ke Singapura. Sementara itu, 18 persen atau 15 pendengar lainnya menyatakan khawatir terhadap kebijakan tersebut.
Adapun hasil polling di Instagram menunjukkan hasil yang berimbang. Sebanyak 50 persen atau 90 pengguna menyatakan mendukung, sedangkan 50 persen atau 90 pengguna lainnya menyatakan khawatir.
Dalam diskusi, Komaidi Notonegoro Pengamat Energi dan Migas sekaligus Direktur Eksekutif ReforMiner Institute menilai pengurangan ekspor gas ke Singapura merupakan langkah yang logis di tengah penurunan produksi gas nasional.
Menurut Komaidi, penyesuaian ekspor bukan kebijakan yang sepenuhnya baru. Pembahasannya telah berlangsung sejak 2022 dan diproyeksikan berjalan secara bertahap hingga 2028.
NOW ON AIR SSFM 100

