Khofifah juga mengusulkan agar Women’s Leadership Forum dikembangkan menjadi forum berkelanjutan yang tidak hanya menjadi ruang bertukar gagasan, tetapi juga wadah berbagi praktik-praktik terbaik dari berbagai daerah.
“Kalau kita sepakat, ini bisa kita jadikan action plan. Jadi pertemuan ini bukan hanya pertemuan pikiran, tetapi mempertemukan bagaimana kerja-kerja efektif yang bisa kita lakukan bersama. Best practice di daerah sudah banyak yang bisa dilihat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan berbasis gender di Jawa Timur.
Ia menyebut Indeks Ketimpangan Gender (IKG) Jawa Timur tahun 2025 berada pada angka 0,329 atau lebih baik dibandingkan rata-rata nasional. Sementara Indeks Pembangunan Gender (IPG) mencapai 93,29 yang mencerminkan semakin setaranya akses perempuan dan laki-laki terhadap pendidikan, kesehatan, serta peluang ekonomi.
Capaian tersebut didukung berbagai program pemberdayaan yang dijalankan secara berkelanjutan, di antaranya Program Jatim Puspa yang telah menjangkau 31.024 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di 723 desa sepanjang 2020–2025 dengan dukungan anggaran sebesar Rp87,778 miliar.

NOW ON AIR SSFM 100

