Jumat, 31 Juli 2026

Khofifah Minta MPLS Sekolah Rakyat Harus Bebas Perundungan

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur (tengah) bersama M Sanusi Bupati Malang saat berada di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Malang, Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Jawa Timur, Jumat (31/7/2026). Foto: Antara

Sementara itu Warsito Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang I menyampaikan MPLS akan dimaksimalkan untuk mengenalkan setiap kegiatan dan lingkungan tempat belajar bagi siswa dan siswi.

“Jadi selama 40 hari anak-anak ini habitual atau untuk pembiasaan 40 hari dulu untuk siswa baru, mulai dari menata kasur, membersihkan, kemudian mencuci, dan pengenalan lainnya,” kata dia.

Setelah itu, pihaknya akan memetakan bakat pelajar menggunakan metode talent DNA dan hasil dari proses yang dilakukan, salah satunya ditujukan sebagai acuan penempatan peserta didik di dalam program ekstrakurikuler.

Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Malang menampung ratusan murid, terdiri atas 59 pelajar SD, 118 pelajar SMP, dan 94 pelajar SMA.

Kemudian, ada 77 pelajar dari Sekolah Rakyat rintisan di Singosari, Kabupaten Malang yang juga menjalani masa pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Truk Muat Besi Terguling di Sukomanunggal Surabaya

Surabaya
Jumat, 31 Juli 2026
28o
Kurs