Menurut Hadi, kecelakaan kapal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mengharuskan pembenahan sektor pelayaran secara menyeluruh, tidak boleh parsial.
“Kita baru saja berduka atas tenggelamnya KM Nurul Salsa pada pertengahan Juli lalu. Kini masyarakat kembali dikejutkan dengan kebakaran KM Mutiara Sentosa II. Ketika kecelakaan kapal terus berulang dalam waktu yang berdekatan, ini bukan lagi sekadar musibah, tetapi menjadi alarm bahwa sistem keselamatan pelayaran kita membutuhkan perhatian yang jauh lebih serius,” kata Hadi.
Dia mengingatkan, keselamatan penumpang merupakan prioritas dalam setiap penyelenggaraan transportasi massal.
Maka dari itu, Hadi mengimbau operator kapal menjamin seluruh aspek keselamatan berfungsi optimal sebelum kapal diizinkan berlayar. Jangan cuma sebatas memenuhi persyaratan administrasi.
“Jangan sampai pemeriksaan keselamatan hanya menjadi formalitas dan rutinitas administratif. Setiap sertifikat kelaikan, setiap inspeksi, dan setiap prosedur keselamatan harus benar-benar mencerminkan kondisi kapal yang aman untuk mengangkut masyarakat. Nyawa penumpang tidak boleh dipertaruhkan karena kelalaian atau lemahnya pengawasan,” tegasnya.

NOW ON AIR SSFM 100

