Jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan dua kereta cepat di Provinsi Toledo, Spanyol bertambah menjadi sedikitnya 68 orang. Kecelakaan itu sebelumnya terjadi pada, Rabu (28/10/2026) pagi waktu setempat, ketika sebuah kereta cepat menabrak bagian belakang kereta lain yang sedang berhenti di jalur yang sama.
Melansir laporan kantor berita AFP, Kamis (29/10/2026), pemerintah wilayah Castilla-La Mancha mengonfirmasi jumlah korban meninggal itu meningkat, dari laporan awal yang menyebut sedikitnya 30 orang meninggal dunia.
Selain korban meninggal, puluhan penumpang juga mengalami luka-luka. Berdasarkan pembaruan Rabu malam, sebanyak 53 korban masih menjalani perawatan di rumah sakit di Castilla-La Mancha.
Tim penyelamat masih melakukan pencarian korban di antara puing-puing gerbong yang hancur akibat benturan. Otoritas setempat belum mengesampingkan kemungkinan bertambahnya jumlah korban meninggal dunia.
Sebagai informasi, kecelakaan itu melibatkan kereta cepat milik perusahaan negara RENFE dan operator swasta IRYO yang sama-sama melakukan perjalanan dari Madrid menuju Sevilla.
Menurut pengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, ADIF, tabrakan terjadi sekitar pukul 08.53 waktu setempat di antara wilayah Urda dan Los Yébenes, Provinsi Toledo.
Kereta RENFE menabrak bagian belakang rangkaian IRYO yang berhenti di jalur tersebut. Benturan keras menyebabkan sejumlah gerbong kedua kereta keluar dari rel dan mengalami kerusakan parah. Saat kecelakaan terjadi, kereta RENFE dilaporkan membawa 397 penumpang, sementara kereta IRYO mengangkut 147 orang.
Gangguan Sistem Keselamatan Diduga Picu Kecelakaan
Óscar Puente Menteri Transportasi Spanyol mengatakan, penyelidikan awal mengarah pada keputusan pusat kendali kereta yang mengizinkan perjalanan dilanjutkan setelah sistem keselamatan mengalami gangguan.
Menurutnya, gangguan komputer terjadi sekitar pukul 08.30 waktu setempat pada sistem keselamatan di jalur sepanjang 63 kilometer. Kondisi itu menyebabkan sejumlah kereta harus berhenti.
Namun, pusat kendali kemudian mengizinkan kereta RENFE kembali melanjutkan perjalanan tanpa pembatasan kecepatan, meskipun sinyal berhenti masih aktif. Kereta itu akhirnya menabrak rangkaian IRYO yang masih berhenti pada pukul 08.53.
Puente menilai kereta seharusnya tidak diizinkan kembali berjalan selama sinyal berhenti masih aktif. Kalaupun perjalanan harus dilanjutkan, menurutnya, kecepatan kereta semestinya dibatasi.
Meski demikian, ia menegaskan penyelidikan masih berlangsung dan belum ada pihak yang ditetapkan bertanggung jawab atas kecelakaan tersebut. “Saya tidak sedang menyalahkan siapa pun. Saya hanya menyampaikan fakta,” ujar Puente.
Sementara itu, Pedro Sánchez Perdana Menteri Spanyol menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban saat mengunjungi lokasi kecelakaan. Sánchez mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari sekaligus menyerukan peningkatan keselamatan transportasi kereta cepat.
“Hari ini seluruh Spanyol berduka. Tidak dapat diterima jika negara seperti Spanyol mengalami dua kecelakaan kereta cepat dalam tahun yang sama,” tegasnya.
Kecelakaan ini menjadi tragedi kereta cepat kedua di Spanyol sepanjang 2026, setelah kecelakaan pada Januari lalu yang menewaskan 46 orang. (bil/faz)
NOW ON AIR SSFM 100

