Senin, 24 Agustus 2026

KPAI Catat Dua Anak Meninggal di Pengungsian Pascagempa NTT

Laporan oleh Billy Patoppoi
Bagikan
Diyah Puspitarini Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Foto: Antara

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sedikitnya dua anak meninggal dunia di lokasi pengungsian pascabencana gempa di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Pilunya, beberapa anak meninggal di pengungsian. Sampai hari ini, yang meninggal dunia yang terpantau kami, ada dua anak,” kata Diyah Puspitarini Anggota KPAI, Minggu (23/8/2026) seperti dikutip Antara.

Ia mengatakan, kedua anak itu meninggal karena sakit yang diperparah kondisi di pengungsian. Karenanya, KPAI meminta pemerintah pusat maupun daerah memberi perhatian khusus kepada anak-anak dengan kerentanan berlapis.

Kelompok itu mencakup anak penyandang disabilitas, anak yang kehilangan orang tua, anak yang terpisah dari keluarga, anak yang sedang sakit, bayi dan balita, serta anak lain yang membutuhkan perlindungan khusus.

Menurut KPAI, penanganan bencana tidak cukup hanya memastikan anak selamat secara fisik. Pemerintah juga perlu memastikan anak tetap mendapat pengasuhan yang layak, layanan dasar, perlindungan dari kekerasan, serta kesempatan untuk pulih secara fisik maupun psikologis.

KPAI juga mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pemenuhan hak anak selama penanganan bencana di NTT.

“Evaluasi tersebut perlu mencakup pendataan anak, mekanisme pengasuhan, layanan kesehatan dan psikososial, pendidikan, keamanan tempat pengungsian, serta mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak,” kata Diyah. (ant/bil/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Senin, 24 Agustus 2026
29o
Kurs