“Menurut informasi yang kami terima, lokasi penemuan korban berdekatan dengan lokasi almarhum Thoriq yang mengalami kecelakaan pada tahun 2019,” katanya.
Kristianto menegaskan, jalur Gunung Piramid memang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi. Karakteristik medan berbeda dibandingkan gunung lain karena jalurnya sempit, hanya cukup dilalui satu orang, dengan permukaan tanah berupa kerikil yang mudah lepas.
“Secara topografi dan karakteristik, Gunung Piramid memang unik dibanding gunung lainnya. Punggung gunung hanya cukup untuk satu orang berjalan, sementara tekstur tanahnya berupa kerikil yang mudah lepas. Jika salah melangkah, pendaki bisa terperosok,” tegasnya.
Sebelumnya, Tim SAR Gabungan menemukan dua pendaki yang sempat dilaporkan hilang di Gunung Piramid pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 12.13 WIB. Kedua korban ditemukan di dasar tebing setelah lebih dari tiga jam proses pencarian.
Lokasi penemuan berada pada koordinat 07°56′28,38″ Lintang Selatan dan 113°43′56,26″ Bujur Timur, sekitar 170 meter dari titik awal kejadian ke arah tenggara. Korban berada di dasar tebing dengan kemiringan sekitar 40 derajat dan kedalaman kurang lebih 60 meter.

NOW ON AIR SSFM 100

