Rabu, 5 Agustus 2026

Kronologi Penemuan 2 Pendaki di Gunung Piramid Bondowoso, Evakuasi Dilakukan Rabu Pagi

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Pendaki yang dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Piramid di Bondowoso ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (4/8/2026). Foto: SAR Banyuwangi

Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua pendaki yang sebelumnya dilaporkan hilang di kawasan Gunung Piramid, Kabupaten Bondowoso. Kedua korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dasar jurang sedalam sekitar 60 meter.

Proses evakuasi dijadwalkan berlangsung pada Rabu (5/8/2026) pagi dengan metode estafet mengingat medan yang sangat terjal.

Kristianto Putro Prasojo Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bondowoso mengatakan, operasi pencarian telah dilakukan sejak Senin (3/8/2026) malam hingga Selasa (4/8/2026) sore. Setelah penyisiran intensif, tim akhirnya berhasil menemukan lokasi kedua korban.

“Mulai kemarin malam sampai tadi sore kami melakukan upaya pencarian terhadap dua korban. Hari ini sudah mendapatkan titik terang. Korban berhasil diidentifikasi lokasi dan kondisinya. Kami turut berdukacita karena kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Kristianto ketika on air di Radio Suara Surabaya, Selasa malam.

Ia menjelaskan, kedua jenazah berada di dasar jurang dengan kedalaman sekitar 60 meter. Posisi keduanya hanya berjarak sekitar lima meter sehingga tim langsung melakukan persiapan evakuasi sejak Selasa sore.

Menurut Kristianto, relawan dan personel SAR gabungan telah membungkus dengan kantong jenazah, serta mengamankan korban agar proses lifting menuju punggung gunung dapat dilakukan dengan aman.

“Selasa sore kami fokus melakukan persiapan lifting. Korban sudah dibungkus dan dipersiapkan agar proses pengangkatan ke punggung gunung dapat berlangsung dengan aman,” ujarnya.

Evakuasi dijadwalkan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB. Personel akan bersiaga sejak pukul 06.00 WIB sebelum bergerak menuju lokasi penemuan.

Kristianto menjelaskan, kondisi medan membuat jenazah tidak memungkinkan dibawa menggunakan tandu secara langsung. Karena itu, proses evakuasi akan dilakukan secara estafet hingga Pos 2.

“Ketika korban sudah berhasil diangkat ke punggung gunung, selanjutnya akan dibawa secara estafet sampai Pos 2. Kondisi lapangan memang tidak memungkinkan untuk menggunakan tandu,” jelasnya.

Untuk mendukung operasi tersebut, BPBD mendirikan posko darurat sebagai pusat koordinasi sekaligus dapur umum di sekitar permukiman warga untuk memenuhi kebutuhan logistik relawan dan petugas.

Sebanyak 30 personel SAR gabungan diterjunkan dalam operasi hari ini. Sebanyak 16 orang turun dari lokasi penemuan. Sedangkan 14 personel lainnya tetap berada di sekitar lokasi untuk menjaga jenazah hingga proses evakuasi dilakukan.

Terkait penyebab insiden, BPBD belum menyimpulkan bahwa kedua korban terjatuh. Meski demikian, berdasarkan kronologi awal yang diperoleh di lapangan, dugaan sementara mengarah pada kecelakaan saat pendakian.

“Kami tidak mengambil kesimpulan bahwa korban terjatuh. Namun jika melihat kronologi yang kami terima, memang sepertinya terjadi kecelakaan,” ujar Kristianto.

Ia juga mengungkapkan bahwa lokasi ditemukannya kedua korban berada tidak jauh dari titik jatuhnya seorang pendaki bernama Thoriq Rizki pada 2019.

“Menurut informasi yang kami terima, lokasi penemuan korban berdekatan dengan lokasi almarhum Thoriq yang mengalami kecelakaan pada tahun 2019,” katanya.

Kristianto menegaskan, jalur Gunung Piramid memang dikenal memiliki tingkat risiko tinggi. Karakteristik medan berbeda dibandingkan gunung lain karena jalurnya sempit, hanya cukup dilalui satu orang, dengan permukaan tanah berupa kerikil yang mudah lepas.

“Secara topografi dan karakteristik, Gunung Piramid memang unik dibanding gunung lainnya. Punggung gunung hanya cukup untuk satu orang berjalan, sementara tekstur tanahnya berupa kerikil yang mudah lepas. Jika salah melangkah, pendaki bisa terperosok,” tegasnya.

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan menemukan dua pendaki yang sempat dilaporkan hilang di Gunung Piramid pada Selasa (4/8/2026) sekitar pukul 12.13 WIB. Kedua korban ditemukan di dasar tebing setelah lebih dari tiga jam proses pencarian.

Lokasi penemuan berada pada koordinat 07°56′28,38″ Lintang Selatan dan 113°43′56,26″ Bujur Timur, sekitar 170 meter dari titik awal kejadian ke arah tenggara. Korban berada di dasar tebing dengan kemiringan sekitar 40 derajat dan kedalaman kurang lebih 60 meter.

Tim SAR sebenarnya langsung berupaya melakukan evakuasi setelah menemukan korban. Namun hingga pukul 18.00 WIB, proses tersebut dihentikan sementara karena kondisi mulai gelap, ruang gerak petugas sangat terbatas, serta medan curam yang dinilai berisiko tinggi terhadap keselamatan personel.

Korban yang ditemukan meninggal dunia masing-masing berinisial MF (51), warga Surabaya, dan INL (35), pemandu pendakian asal Bondowoso.

Operasi pencarian dan evakuasi melibatkan Tim Rescue Pos SAR Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, BPBD Kabupaten Bondowoso, TNI, Polri, PMI, Brimob, APGI, Wanadri, relawan SAR, komunitas pecinta alam, serta masyarakat sekitar. (saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Rabu, 5 Agustus 2026
27o
Kurs