Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman Kepala Staf Kepresidenan menyatakan pentingnya perbaikan sistem transportasi di Indonesia.
hal ini disampaikannya menyusul kecelakaan kereta terbaru pada, Jumat (1/5/2026) kemarin, di mana kereta Argo Bromo Anggrek menabrak sebuah mobil di perlintasan kereta sebidang di Desa Tuko, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah.
“Sedikitnya empat orang meninggal dalam kecelakaan ini. Saya menyatakan belasungkawa dan duka mendalam kepada keluarga korban. Insya Allah seluruh korban meninggal syahid. Kecelakaan beruntun ini menjadi alarm pengingat untuk membenahi transportasi publik, khususnya kereta api,” kata Dudung di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).
Dudung mengatakan, pemerintah akan mengevaluasi perlintasan kereta sebidang, sesuai perintah Prabowo Subianto Presiden RI.
“Armada, infrastruktur, hingga layanan terhadap publik harus dibarengi infrastruktur penopang seperti perlintasan kereta yang aman bagi keselamatan kereta yang lewat serta pengguna jalan lainnya. Terlebih di negeri kita, ada 1.800-an titik perlintasan kereta sebidang,” ujarnya.
Menurutnya, perlintasan kereta sebidang sangat rawan. Khususnya di lokasi atau titik perlintasan kereta yang crowded, seperti di Jakarta atau kota-kota besar lainnya
“Solusinya mungkin dengan membangun flyover. Anggaran untuk itu telah disiapkan sehingga langkah perbaikan dapat dipercepat,” ujarnya.
Sebagaimana penekanan Presiden, PT Kereta Api Indonesia (KAI) perlu segera memastikan setidaknya early warning system dan respon mekanik otomatis.
“Yang juga penting adalah SOP yg menyangkut perlintasan sebidang. Pastikan sistem berjalan dan ada penjaga di perlintasan kereta sebidang. Kita bekerja lebih keras untuk menyelesaikan kecelakaan kereta beruntun ini. Selain layanan yang baik, aspek keselamatan publik adalah prioritas utama dalam mengelola transportasi publik,” kata Dudung.(lea/bil/iss)
NOW ON AIR SSFM 100

