Kolaborasi tersebut, lanjut dia, diperlukan karena pengembangan AI tidak hanya membutuhkan investasi finansial, tetapi juga sumber daya manusia serta kemampuan untuk menghadapi berbagai persoalan baru dalam penerapannya.
“Ini pintu yang kami buka untuk bekerja sama dengan siapa pun untuk bisa punya dampak kampus pada masyarakat secara luas,” ujarnya.
Ia berharap, program tersebut bisa memperkuat kemandirian Indonesia dalam pengelolaan data dan pemanfaatan AI, sehingga manfaat teknologi bisa diarahkan untuk mendukung peningkatan produktivitas nasional.
“Ini jadi langkah awal bagi kolaborasi bagaimana tadi Pak Warek mengatakan berdaulat di Indonesia dalam data, juga dalam pemanfaatan AI untuk meningkatkan produktivitas nasional,” ucapnya.
Sementara itu, Prof. Ardianto Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Unair, menambahkan pemanfaatan data dan AI berpotensi memberikan manfaat besar apabila digunakan secara tepat.
NOW ON AIR SSFM 100

