Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp18.156 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (27/10/2026).
Berdasarkan data perdagangan, rupiah turun 21 poin atau 0,12 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.135 per dolar AS.
Rully Nova analis Bank Woori Saudara mengatakan, peningkatan konversi simpanan ke valuta asing (valas) di sektor perbankan turut menekan pergerakan mata uang domestik.
“Rupiah hari ini melemah, dipengaruhi oleh domestik tekanan di pasar saham dan obligasi, dan peningkatan konversi simpanan ke valas di perbankan,” ujarnya.
Menurut Rully, kenaikan simpanan valas yang mencapai 20 persen mengindikasikan meningkatnya preferensi masyarakat untuk memegang dolar AS. Langkah ini dapat menjadi bentuk antisipasi terhadap potensi pelemahan rupiah lebih lanjut.
NOW ON AIR SSFM 100

