Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa Operasi Patuh 2026 tidak hanya berorientasi pada penindakan pelanggaran, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.
Melalui operasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa kepatuhan terhadap aturan merupakan kunci utama menjaga keselamatan di jalan raya.
Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko Karo Penmas Divhumas Polri mengatakan, upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib membutuhkan keterlibatan seluruh pengguna jalan.
Menurutnya, keselamatan bukan semata-mata tanggung jawab kepolisian, melainkan kepentingan bersama yang harus diwujudkan melalui perilaku berkendara yang disiplin dan bertanggung jawab.
“Operasi Patuh 2026 bukan sekadar upaya menindak pelanggaran, tetapi juga momentum untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa tertib berlalu lintas merupakan kebutuhan bersama. Setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dirinya maupun orang lain,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
NOW ON AIR SSFM 100

