Menurut EWT, orang-orang tersebut beralasan gelas yang digunakan dalam ritual sembahyang pecah karena dirinya tergesa-gesa. Dia kemudian diminta kembali tiga hari kemudian.
“Katanya karena aku tergesa-gesa, terus yang sembahyang itu gelasnya pecah, tapi enggak boleh, harus tiga hari lagi baru boleh kembali. Terus saya disuruh pulang dulu,” ceritanya.
Korban akhirnya diturunkan di tepi jalan tanpa membawa kembali uang dan perhiasannya. Dia mengaku tidak mengenal orang-orang tersebut dan belum pernah bertemu dengan mereka sebelumnya.
EWT juga mengungkapkan kesedihannya karena uang dan perhiasan yang hilang merupakan harta simpanannya, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pengobatan. “Hilang semua, Pak. Ndak bisa untuk berobat, Pak,” ungkapnya sambil terisak.
Sementara itu, Meli anak korban mengatakan ibunya memang sempat pulang ke rumah sebelum kembali menemui orang-orang yang diduga melakukan penipuan tersebut.
NOW ON AIR SSFM 100

