Menurutnya, aksi mahasiswa memang dapat mengganggu aktivitas kampus. Namun, pihak kampus tetap berusaha memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi.
“Kalau dibilang terganggu ya terganggu, tapi ya gimana lagi. Sama-sama memberi ruang aspirasi mereka,” katanya.
Aslamiyah menegaskan, mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan kritik kepada pihak kampus. Oleh karena itu, kampus tidak ingin membungkam aspirasi mahasiswa selama disampaikan dengan cara yang tidak anarkis.
Dia menilai, mahasiswa juga masih berada dalam proses belajar menyampaikan aspirasi dan menghadapi persoalan di lingkungan kampus.
“Bagaimanapun mereka anak-anak kita. Ya dirangkul lah. Anak-anak kan belajar untuk jadi dewasa. Proses menjadi orang tua, dengan cara mereka,” ujarnya.

NOW ON AIR SSFM 100

