Mahasiswa menyoroti sejumlah kebijakan dan pola kepemimpinan Akh Muzakki selama menjabat rektor periode sebelumnya, yang menurutnya cenderung otoriter dan diktator.
Ia juga mengklaim terdapat keberatan dari sejumlah dosen terhadap kebijakan rektor, namun enggan menyuarakan keberatan secara terbuka karena mempertimbangkan karier mereka.
“Yang kami nilai beliau ini sangat otoriter dan sangat diktator. Banyak keberatan dari dosen-dosen utamanya yang kemudian sampai aspirasinya ke mahasiswa karena takut untuk menyuarakan, karena yang dipertaruhkan adalah karir kalau dosen,” ujarnya.
Ia mencontohkan, sebelumnya asa persoalan pergantian pimpinan fakultas yang dilakukan secara sepihak. Selain itu, mahasiswa menyoroti kebijakan penggunaan fasilitas kampus yang membebani kegiatan organisasi mahasiswa.
Di era kepemimpinan Muzaaki, ia mengeluhkan bahwa mahasiswa harus mengeluarkan dana untuk menyewa tempat seperti Sport Center ketika menggelar kegiatan. Menurutnya, sebagian penghasilan kegiatan organisasi mahasiswa juga harus diserahkan kepada Pusat Bisnis UINSA.

NOW ON AIR SSFM 100

