Kamis, 24 September 2026

Mahasiswa UINSA Tagih SK Resmi Pengunduran Muzakki sebagai Rektor

Laporan oleh Wildan Pratama
Bagikan
Fadlurrakhman Fazle Purwardana Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UINSA Surabaya saat konferensi pers di rektorat, Rabu (23/9/2026). Foto: Wildan suarasurabaya.net

Mahasiswa UINSA Surabaya mengancam tetap menyegel kampus dan menduduki rektorat sampai surat keputusan terkait pengunduran diri Akhmad Muzakki Rektor Uinsa periode 2026-2030 resmi dipublikasikan.

Pernyataan itu disampaikan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Uinsa dalam konferensi pers di Gedung Rektorat Rabu (23/9/2026) sore.

Untuk diketahui, kabar terkait mundurnya Muzakki telah beredar di kalangan guru besar UINSA namun belum terkonfirmasi secara resmi.

Fadlurrakhman Fazle Purwardana Wakil Presiden Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UINSA Surabaya mengatakan, dirinya dan para mahasiswa lain menagih bukti administrasif apabila Muzakki telah mengundurkan diri.

Menurut dia, kabar tersebut harus dibuktikan secara resmi dan dipublikasikan supaya para mahasiswa percaya terkait informasi tersebut.

“Yang kami inginkan adalah bukti normatif bahwa beliau (Muzakki) telah mengundurkan diri sebagai Rektor Universitas Sunan Ampel Surabaya bukan melalui berita bukan melalui pernyataan bukan dari omongan tapi kami ingin bukti normatifnya secara administrasi,” ujar Fadlurrakhman.

Kalau belum bisa menunjukkan surat resmi, Fadlurrakman menantang Muzakki datang ke kampus untuk menemui perwakilan DEMA serta Senat Mahasiswa dan menyampaikan langsung pengunduran dirinya secara terbuka.

“Sehingga, itu mampu memperkuat seluruh asumsi-asumsi yang menyatakan bahwa beliau telah turun,” tuturnya.

Sementara itu, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI, Nazarudin Umar Menteri Agama berjanji akan menyelesaikan masalah UINSA dalam waktu 3 hari kedepan.

Selma periode waktu 3 sampai 7 hari tersebut para mahasiswa akan terus melangsungkan aksi. Selain itu mereka juga menuntut untuk dilibatkan dalam proses penunjukkan rektor baru meskipun tidak punya hak suara.

Permintaan itu dilayangkan mahasiswa kepada Kementerian Agama karena mereka telah menyusun 8 poin bahan evaluasi sebagai pijakan bagi kepemimpinan UIN Sunan Ampel Surabaya pada periode berikutnya.

Di sisi lain, meski para demonstran melakukan penyegelan, Fadlurrakman menegaskan tidak akan mengganggu pelayanan publik yang sifatnya administratif.

Dia menyebut, batasan penyegelan tersebut murni hanya difokuskan pada koridor wilayah kegiatan perkuliahan demi menekan Muzakki segera mengundurkan diri secara resmi.

“Kami tidak memberikan batasan kepada tendik (tenaga kependidikan) yang ingin menjalankan pelayanan publik, seperti pelayanan terhadap alumni atau mahasiswa,” ucapnya.(wld/rid)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Kamis, 24 September 2026
27o
Kurs