Untuk Jambi terjadi kenaikan jumlah hotspot dari 14 menjadi 18 titik. Sementara, Riau meningkat dari lima menjadi 15 titik setelah selama empat hari sebelumnya tidak terdeteksi hotspot.
“Jambi ada kenaikan dari 14 ke 18 tapi ini alhamdulillah Jambi dan Riau terkontrol dengan baik. Riau dari 5 naik 15 setelah selama 4 hari di Riau tidak ada titik api,” kata Raja Juli.
Raja Juli menyebut, konsentrasi penanganan karhutla saat ini tetap diarahkan ke sejumlah wilayah yang memiliki hotspot tinggi terutama Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat serta Sumatra Selatan.
“Jadi konsentrasi utama kita tetap di Kalteng Kalbar dan Sumut atau Sumsel-nya di Sumatra Selatan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengapresiasi kerja sama berbagai pihak dalam menekan jumlah titik api. Upaya tersebut melibatkan Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI-Polri BPBD serta masyarakat peduli api.

NOW ON AIR SSFM 100

