“Jadi, kita masih ada waktu ini 1 sampai 2 bulan karena memang ya sebagian masih perlu waktu ya, perlu adaptasi, masih ada orang tuanya belum tega, dan lain sebagainya gitu,” katanya.
Salah satu faktor utama penyebab kuota SD sulit terpenuhi karena dari pertimbangan orang tua yang belum merelakan anaknya sekolah dengan sistem boarding school.
Sementara itu Restu Novi Widiani Kepala Dinas Sosial Jatim mengungkap baru beberapa daerah saja yang kuota Sekolah Rakyat jenjang SD terpenuhi tiga rombel (rombongan belajar), seperti di Pasuruan dan Jombang.
“Terkait penerimaan siswa, kuota SD di beberapa daerah sudah terpenuhi. Seperti di Kota Pasuruan dan Jombang yang membuka tiga rombel. Namun di daerah lain masih satu dan dua rombel yang terpenuhi,” ujar Novi dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).
Menurut Kepala Dinsos Jatim tersebut, diperlukan pendekatan yang intensif kepada orang tua untuk menjangkau Sekolah Rakyat SD karena memiliki konsep boarding school.

NOW ON AIR SSFM 100

