Pusat kendali kereta di Madrid kemudian mengambil alih pengaturan perjalanan. Namun, sebuah kereta berkecepatan tinggi milik operator Renfe diizinkan melanjutkan perjalanan meskipun terdapat kereta lain milik operator Iryo yang masih berhenti di jalur tersebut.
Keputusan operasional itu menjadi sorotan dalam penyelidikan kecelakaan. Serikat pekerja perkeretaapian bahkan mendesak agar Puente segera diberhentikan setelah insiden terjadi.
Puente juga mendapat kritik karena sebelumnya mengaitkan kecelakaan tersebut dengan dugaan pelanggaran prosedur oleh petugas pusat kendali kereta di Madrid.
Kecelakaan tersebut bukan insiden pertama yang mengguncang jalur kereta Madrid-Seville sepanjang 2026. Pada Januari 2026, sebanyak 46 orang meninggal dunia setelah sebuah kereta keluar dari rel dan bertabrakan dengan kereta lain yang melaju dari arah berlawanan. Hingga kini, penyebab kecelakaan tersebut masih dalam penyelidikan. (saf/ipg)







