Gim daring atau online game dapat menjadi pintu masuk radikalisasi digital terhadap anak dan remaja. Perekrut membangun kepercayaan melalui perhatian, pujian, dukungan emosional, hingga pemberian hadiah sebelum perlahan memanipulasi kedekatan dan menguji loyalitas anak.
Putri Langka, psikolog dan akademisi Fakultas Psikologi Universitas Pancasila mengatakan, anak dan remaja rentan menjadi sasaran karena sedang berada dalam fase pencarian identitas dan membutuhkan validasi sosial.
Pada tahap tersebut, pengakuan dari lingkaran pertemanan atau significant others kerap dianggap lebih penting dibandingkan arahan orang tua. Kondisi ini dapat diperparah oleh kesenjangan generasi yang memicu miskomunikasi dalam keluarga.
“Karena sekarang akses internet sangat mudah, dunia daring menjadi tempat pelarian. Namun, dengan kondisi psikologis remaja yang kritis tapi pertimbangannya belum utuh, rekrutmen terhadap mereka menjadi sangat mudah,” ujar Putri di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

NOW ON AIR SSFM 100

