
Selain literasi digital, seluruh murid baru juga akan mengikuti tes psikologi. Hasil tes tersebut akan digunakan sebagai dasar pemetaan bakat, minat, serta penentuan kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai dengan karakter masing-masing murid.
“Dengan tes psikologi itu, anak bisa tahu lebih dini potensinya. Sekolah juga lebih awal mengetahui arah peminatan dan ekstrakurikuler yang sesuai, termasuk sistem pembelajaran yang diinginkan anak,” ujarnya.
Spemsa juga memastikan pelaksanaan MPLS berlangsung sesuai konsep MPLS Ramah, tidak ada praktik perpeloncoan, diskriminasi, maupun pelibatan alumni dalam kegiatan pengenalan sekolah.
“Program sekolah ramah anak sudah kami siapkan sejak dini. Tidak ada lagi perpeloncoan, semua kegiatan disusun oleh murid yang sudah kami bekali bersama guru, sehingga suasana MPLS tetap aman, nyaman, dan mendukung tumbuhnya literasi peserta didik baru,” tuturnya.
Untuk diketahui, pelaksanaan MPLS di Spemsa Surabaya tahun ini diikuti oleh sebanyak 120 murid baru sesuai pagu yang ditetapkan.(ris/bil/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

