Muhadjir Effendy Penasihat Khusus Presiden Bidang Urusan Haji meminta semua petugas haji asal meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai kejadian, termasuk yang tak terduga selama musim haji.
Hal itu ia tekankan seiring dengan adanya insiden kecelakaan yang melibatkan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.
“Selama musim haji itu memang selalu saja ada kejadian-kejadian yang di luar perhitungan kita. Oleh karena itu, panitia petugas maupun dari kementerian saya mohon untuk waspada dengan peristiwa-peristiwa yang di luar perhitungan seperti itu,” katanya di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), pada Kamis (30/4/2026).
Muhadjir menyebut, petugas dan kementerian sejauh ini sudah melakukan berbagai langkah antisipasi. Namun, menurutnya respons cepat tetap menjadi hal yang harus diperkuat jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.
“Yang penting ke depan harus lebih cepat kalau memang ada kejadian,” ucapnya.
Selain itu, ia juga memberi perhatian pada kondisi sebagian jemaah Indonesia yang menempati pemondokan cukup jauh dari Masjidil Haram di Mekkah. Ia menyebut ada jemaah yang tinggal sekitar 13 kilometer dari pusat ibadah sehingga memerlukan perhatian khusus, terutama terkait transportasi.
“Kalau perlu, ada perlakuan yang agak istimewa karena dia memang kebetulan berada dalam posisi yang kurang kondusif untuk tujuan ibadah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengapresiasi sejumlah perbaikan dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Menurutnya, penggunaan dua syarikah membantu mengurangi potensi jemaah terpisah dari kelompoknya seperti yang sempat terjadi pada musim haji sebelumnya.
Lebih lanjut, ia juga menyambut baik penambahan layanan fast track, termasuk keberangkatan dari Makassar. Ia berharap, layanan itu bisa terus diperluas pada tahun-tahun mendatang agar seluruh jemaah haji Indonesia bisa menikmati proses kedatangan yang lebih cepat di Arab Saudi.
“Kalau bisa semuanya fast track sehingga tidak perlu ada prosedur yang harus dilakukan ketika ada kedatangan. Semua sudah bisa disiapkan diucapnya,” tandasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, insiden kecelakaan menimpa rombongan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi. Dua bus yang mengangkut jemaah asal kloter SUB 2 (Probolinggo) dan JKS 1 terlibat tabrakan yang mengakibatkan 10 orang mengalami luka-luka. Peristiwa itu melibatkan bus yang dibawa oleh KBIU Nurul Haramain Probolinggo dan KBIU Al-Azhar.(ris/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

