Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang akan berlangsung 27-31 Agustus 2026. Mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama kegiatan berlangsung, Satlantas Polres Jombang menyiapkan rekayasa arus kendaraan dalam tiga ring pengalihan.
AKP Anjar Rahmad Putra Kasat Lantas Polres Jombang mengatakan, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan terutama di sekitar Jalan KH Wahab Hasbullah, Tambakberas, yang menjadi lokasi utama kegiatan Muktamar ke-35 NU.
“Kami dari Satlantas Polres Jombang akan mensterilkan jalur di Jalan KH Wahab Hasbullah, yang merupakan salah satu jalur arteri yang sering dilewati kendaraan yang membawa logistik,” kata Anjar saat on air di Radio Suara Surabaya pada Senin (24/8/2026) sore.
Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung mulai 27 hingga 31 Agustus. Untuk mengantisipasi peningkatan volume kendaraan, Satlantas Polres Jombang membagi titik pengaturan lalu lintas menjadi tiga ring. Setiap ring dilengkapi dua jalur alternatif sehingga kendaraan tidak terkonsentrasi pada satu jalur pengalihan.
Pada ring pertama, penyekatan disiapkan di Simpang Empat Sambong dan simpang pintu Tol Jombang. Kendaraan dari arah Kediri menuju Nganjuk akan diarahkan menggunakan Tol Jombang.
Sementara kendaraan dari arah Simpang Empat Sambong menuju Mojokerto atau Surabaya akan diarahkan melalui jalur nontol.
Ring kedua berada di Simpang Tiga Jembatan Ploso dan pintu Tol Bandar Kedung Mulyo. Petugas akan mengarahkan kendaraan dengan sumbu tiga atau lebih untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan.
Selanjutnya, ring ketiga berada di Simpang Empat Pasar Kabuh dan Simpang Empat Sembung. Petugas akan berjaga selama 24 jam untuk memberikan informasi sekaligus mengarahkan kendaraan besar agar tidak memasuki kawasan yang mengalami kepadatan.
“Di situ nanti juga ada petugas kami yang bertugas selama 24 jam untuk mengimbau kepada pengendara sumbu roda tiga ataupun lebih agar memilih jalur alternatif yang sudah kami sediakan,” ujar Anjar.
Menurut Anjar, skema tiga ring tersebut disiapkan agar truk dan bus memiliki sejumlah pilihan jalur. Dengan demikian, arus kendaraan tidak menumpuk pada satu ruas jalan alternatif.
Satlantas Polres Jombang juga telah berkoordinasi dengan Gerakan Sopir Jawa Timur untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai rekayasa lalu lintas selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
“Kami berharap pada tanggal 27 sampai 31, teman-teman pengemudi truk ataupun bus sudah mengetahui terlebih dahulu, sehingga tidak terjadi penumpukan arus,” katanya.
Kepadatan diperkirakan terjadi di sekitar Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, yang menjadi pusat kegiatan Muktamar.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan panitia lokal, diperkirakan sekitar 10.000 orang, baik muktamirin maupun non-muktamirin, akan hadir di lokasi.
Satlantas Polres Jombang mulai melakukan sosialisasi melalui media sosial dan menyebarkan flyer mengenai rekayasa lalu lintas.
Polisi juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan dengan kegiatan Muktamar untuk menghindari ruas jalan di sekitar lokasi selama pelaksanaan kegiatan.
“Kami juga sudah mulai beberapa hari lalu sosialisasi gencar di media sosial. Kami juga menyebarkan flyer-flyer, termasuk imbauan rekayasa lalu lintas yang kami persiapkan,” kata Anjar.
Pada 26 Agustus, polisi akan mengevaluasi kondisi lalu lintas di lapangan. Jika kepadatan mulai meningkat, rekayasa dan pengalihan arus akan diberlakukan lebih awal.
Namun, mulai 27 Agustus, pengalihan arus dipastikan diterapkan karena peserta Muktamar mulai memasuki lokasi kegiatan di Jalan KH Wahab Hasbullah.
Sementara itu, delegasi yang datang dari bandara maupun berbagai daerah di Indonesia akan mendapatkan pengawalan dari Ditlantas menuju lokasi tujuan.
Anjar menegaskan penutupan dan pengalihan arus tidak berarti akses warga setempat ditutup sepenuhnya. Warga yang tinggal di kawasan tersebut tetap diperbolehkan melintas dan mengakses wilayah tempat tinggalnya.
“Untuk warga lokal dan orang yang memang tinggal di sana tetap bisa mengakses jalur tersebut. Kami mengimbau para pengendara yang biasa melintas untuk menggunakan jalur alternatif yang sudah kami sediakan,” ujarnya.
Polisi meminta masyarakat, khususnya pengemudi truk dan bus, memperhatikan informasi rekayasa lalu lintas sebelum melintas di wilayah Jombang selama Muktamar ke-35 NU. Dengan mengetahui jalur alternatif lebih awal, pengendara diharapkan dapat menghindari penumpukan kendaraan di sekitar Tambakberas. (saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

