Museum Nasional Indonesia menghadirkan pendekatan baru dalam mengenalkan koleksi kepada anak-anak melalui “kids label” pada pameran numismatik yang dibuka bertepatan dengan peringatan HUT ke-248 museum tersebut.
Inisiatif ini dikembangkan sebagai bagian dari upaya museum agar lebih ramah bagi pengunjung keluarga, khususnya anak usia 5 hingga 12 tahun yang mendominasi kunjungan pada akhir pekan.
Sabila Duhita Drijono Tenaga Ahli Museum Nasional Indonesia tentang Kids and Family dalam Media Gathering di Jakarta, Jumat (25/4/2026), menjelaskan bahwa “kids label” tidak sekadar menyederhanakan informasi, tetapi dirancang untuk memantik interaksi antara anak dengan koleksi maupun dengan orang tua.
“Label ini tidak hanya menjelaskan, tapi mengajak anak untuk berpikir dan berdiskusi. Harapannya, kunjungan ke museum jadi pengalaman yang hidup, bukan sekadar melihat benda,” ujarnya seperti dilaporkan Antara.
Pada galeri numismatik, label khusus anak disusun dengan bahasa sederhana dan pertanyaan pemantik. Salah satu contohnya terdapat pada koleksi uang Republik Indonesia awal kemerdekaan. Anak diajak membayangkan nilai uang pada masa lalu, seperti fungsi nominal satu rupiah yang kini tidak lagi relevan untuk transaksi sehari-hari.
Pendekatan ini sekaligus memperkenalkan konsep ekonomi dasar seperti inflasi dengan cara yang lebih mudah dipahami. Anak didorong untuk berdiskusi dengan orang tua, sehingga tercipta proses belajar dua arah selama kunjungan.
Selain itu, “kids label” juga mengarahkan anak untuk mengamati detail visual pada koleksi. Pada beberapa uang kertas, misalnya, anak diajak menemukan gambar yang merepresentasikan kehidupan masyarakat Indonesia pada masa itu, seperti flora, fauna, hingga aktivitas sehari-hari.
Alih-alih mengulang informasi dari label dewasa, pendekatan ini menekankan eksplorasi visual dan imajinasi. Orang tua tetap dapat mengakses label utama yang ditempatkan berdekatan, lalu menjelaskan konteksnya kepada anak.
Program ini masih dalam tahap pengembangan dan akan diperluas ke area lain di museum. Museum juga menyiapkan lembar kerja atau worksheet sebagai pendamping agar anak dapat berinteraksi lebih aktif selama kunjungan.
Sementara itu, pameran numismatik menjadi salah satu dari dua pameran yang diluncurkan dalam peringatan HUT ke-248 Museum Nasional Indonesia, bersama pameran “Pendar: Kilas Terang Meretas Bayang” yang menampilkan koleksi lampu dari berbagai periode sejarah.(ant/iss)
NOW ON AIR SSFM 100
