Nakhoda KM Virgo Transport 8 sedang menjalani pemeriksaan terkait kecelakaan kapal di Laut Jawa. Pemeriksaan mencakup data pelayaran yang dapat mendukung proses investigasi kecelakaan.
Suntana Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) mengatakan, nakhoda telah datang dan kini diperiksa oleh pihak terkait.
Hal itu disampaikan saat meninjau perkembangan operasi SAR hari ketiga di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9/2026) malam.
“Nakhoda sudah datang, sedang diperiksa, jelas ya,” kata Suntana.
Selain pemeriksaan terhadap nakhoda, tim juga masih mencari Voyage Data Recorder (VDR) KM Virgo Transport 8.
Perangkat tersebut berfungsi merekam berbagai data penting selama kapal berlayar dan memiliki fungsi yang serupa dengan black box pada pesawat.
Data dari VDR nantinya dapat menjadi salah satu bahan bagi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dalam proses investigasi kecelakaan. Namun, hingga kini perangkat tersebut belum ditemukan oleh tim SAR.
Suntana mengatakan percepatan pencarian menjadi perhatian karena masih banyak penumpang yang belum ditemukan. Tim SAR juga masih membuka kemungkinan adanya korban yang berada di dalam kapal.
“Masih ada penumpang-penumpang yang belum ditemukan. Oleh karenanya tim SAR berupaya mempercepat pencarian agar korban-korban yang masih diperkirakan masih berada dalam kapal dapat dievakuasi,” ujar Suntana dilansir dari Antara.
Hingga Selasa pukul 22.00 Wita, Mohammad Syafii Kepala Basarnas melaporkan 114 orang telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 korban selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dengan total penumpang dan awak yang berada di dalam KM Virgo Transport 8 sebanyak 243 orang, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan.
Seluruh 114 korban yang telah ditemukan berhasil dievakuasi dan dibawa ke Banjarmasin, terdiri dari 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia.
KM Virgo Transport 8 sebelumnya dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Kapal tersebut berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu (12/9/2026).
Operasi pencarian dan pertolongan masih dilakukan untuk menemukan penumpang yang belum diketahui keberadaannya sekaligus mengevakuasi kemungkinan korban yang masih berada di dalam kapal. (ant/saf/ipg)








