Pelaksanaannya membutuhkan dukungan data meteorologi dan keterlibatan sejumlah pihak, termasuk BNPB, BMKG, serta TNI Angkatan Udara.
Karena kondisi awan belum memungkinkan, pemerintah untuk sementara mengandalkan strategi pemadaman lain untuk mengendalikan kebakaran di TNBTS yang telah berlangsung sejak awal Agustus.
Satyawan mengatakan, kebakaran setidaknya telah terjadi sejak Selasa (4/8/2026) dan hingga kini sejumlah titik api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Berdasarkan pendataan sementara Balai Besar TNBTS selaku unit pelaksana teknis Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan di Jawa Timur, luas area yang terdampak kebakaran di kawasan Gunung Bromo telah mencapai sekitar 520 hektare.
Angka tersebut masih dapat berubah karena proses pendataan dan pemantauan terhadap area terdampak masih berlangsung.

NOW ON AIR SSFM 100

