Menurut Eri, penyesuaian itu dilakukan agar anggaran tetap bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan lain yang lebih dibutuhkan masyarakat.
Ia menegaskan, Pemkot Surabaya bersama DPRD memprioritaskan penggunaan anggaran bagi warga yang benar-benar membutuhkan.
“Karena DPRD dan pemerintah kota itu fokus untuk yang memang tidak mampu. Yang mampu ya ayo gotong royong seperti Pancasila, yang mampu ya jangan minta Pemerintah Kota Surabaya. Sehingga kita bisa manfaatkan lagi untuk kepentingan pendidikan lainnya,” katanya.
Selain belanja daerah, pendapatan Surabaya dalam P-APBD 2026 juga meningkat Rp114,089 miliar, dari Rp10,898 triliun menjadi Rp11,013 triliun.
Penerimaan pembiayaan bertambah Rp26,946 miliar, dari Rp1,856 triliun menjadi Rp1,883 triliun. Sementara pengeluaran pembiayaan turun Rp10,60 miliar, dari Rp24 miliar menjadi Rp13,39 miliar.

NOW ON AIR SSFM 100

