Selasa, 15 September 2026

Pakar ITS: Cuaca Bukan Penyebab Utama KM Virgo Transport 8 Tenggelam

Laporan oleh Risky Pratama
Bagikan
Dr. Kriyo Sambodho (kiri) Ahli Lingkungan Laut ITS bersama Prof. Ir. I Ketut Aria Pria Utama Pakar Perkapalan dari Laboratorium Hidrodinamika Kapal Departemen Teknik Perkapalan ITS saat memberikan keterangan kepada awak media di Surabaya, Selasa (15/9/2026). Foto: Risky suarasurabaya.net

Cuaca dinilai bukan menjadi penyebab utama tenggelamnya KM Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin di perairan Laut Jawa dekat Kalimantan Selatan.

Dr. Kriyo Sambodho Ahli Lingkungan Laut Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengatakan, berdasarkan data yang dihimpun, tinggi gelombang di sekitar lokasi kejadian mencapai sekitar dua meter.

Meski demikian, kondisi tersebut belum masuk kategori cuaca ekstrem berdasarkan parameter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurutnya, gelombang dengan ketinggian sekitar dua meter tetap berpotensi membuat kapal kehilangan stabilitas, terlebih jika terdapat bagian kapal yang terbuka dan memungkinkan air masuk.

“Kalau cuaca sebagai sebab utama tenggelamnya kapal rasanya tidak. Jadi cuaca itu hanya sebagai salah satu possible triggering mechanism atau salah satu mekanisme pemicu terjadinya kecelakaan,” katanya ketika ditemui di Departemen Teknik Perkapalan, ITS Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Kondisi kapal, katanya, juga perlu menjadi perhatian dalam penyelidikan, karena kecelakaan kapal bisa dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kondisi kapal hingga paparan kondisi laut.

Ia menyebut, gelombang sekitar dua meter bisa menjadi pemicu apabila kapal memiliki kerentanan tertentu, misalnya terdapat bagian yang terbuka sehingga air masuk dan mengganggu keseimbangan kapal.

Sementara itu, Prof. Ir. I Ketut Aria Pria Utama dari Laboratorium Hidrodinamika Kapal Departemen Teknik Perkapalan ITS, menganalisa kegagalan stabilitas kapal dapat terjadi akibat masuknya air atau pergeseran muatan.

Ia mengatakan, masuknya air bisa terjadi apabila kondisi kapal terdapat bukaan yang tidak tertutup kedap, seperti jendela atau ramp door.

“Dari situ tidak ditemukan berita adanya kebocoran. Sehingga kemungkinan masuk lewat bukaan-bukaan yang ada. Mungkin lewat jendela, mungkin lewat pintu ramp door yang tidak kedap,” ujarnya.

Selain masuknya air, pergeseran muatan juga bisa mempercepat kapal miring ke salah satu sisi hingga kehilangan stabilitas.

Menurutnya, pergeseran muatan bisa terjadi jika muatan tidak diikat atau di-lashing dengan baik.

Namun, ia menegaskan hal tersebut masih sebatas analisa dan perlu dibuktikan melalui investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Selain itu, ia juga menilai bahwa karakteristik kapal yang sebelumnya dioperasikan di Jepang juga perlu diperiksa.

Menurutnya, kapal yang digunakan untuk karakteristik perairan Jepang harus dipastikan sesuai ketika dioperasikan pada rute yang berbeda di Indonesia.

Hal itu, lanjut dia, berkaitan dengan aspek seakeeping motion atau respons gerakan kapal ketika menghadapi kondisi laut, yang menurutnya selama ini masih cenderung kurang menjadi perhatian dalam pengoperasian kapal di Indonesia.

Seperti diketahui sebelumnya, BMKG Maritim Tanjungperak Surabaya juga telah mengeluarkan analisis kondisi cuaca terkait kejadian hilang kontak KM Virgo Transport 8 yang menyebut kondisi cuaca di sekitar lokasi pada 13 September 2026 pukul 00.00 hingga 02.00 WITA berada dalam kondisi cerah hingga berawan berdasarkan citra satelit.

Dalam analisis tersebut, BMKG menyebut angin berada pada kategori sedang hingga kencang dengan kecepatan 15 hingga 20 knot dan dominan dari arah tenggara.

Untuk tinggi gelombang, BMKG mencatat berada pada kategori sedang dengan ketinggian 1,5 hingga 2 meter.

Sementara arus laut berada pada kategori lemah hingga sedang dengan kecepatan 0,4 hingga 1,2 knot dan dominan bergerak ke arah barat laut.

Dengan kondisi tersebut, analisis BMKG menunjukkan tidak adanya kondisi cuaca ekstrem di sekitar lokasi saat kapal Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak.

Namun, data cuaca tersebut tetap dapat menjadi salah satu bahan yang perlu diperhitungkan dalam investigasi untuk mengetahui rangkaian penyebab kecelakaan.

Hingga saat ini, penyebab pasti tenggelamnya KM Virgo Transport 8 masih menunggu hasil investigasi dari KNKT yang sedang bertugas. (ris/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Tersangkut di Bawah Viaduk Gubeng

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Surabaya
Selasa, 15 September 2026
27o
Kurs