Latihan gabungan itu, kata dia, merupakan agenda TNI untuk menjaga kesiapan tempur prajurit sekaligus meningkatkan profesionalisme seluruh unsur yang terlibat.
“Semakin banyak latihan diharapkan akan semakin profesional. Itu juga merupakan pembentukan mental prajurit supaya setiap saat siap bertempur,” ujarnya.
Ia menjelaskan, latihan tidak hanya melibatkan unsur tempur utama, tetapi juga seluruh elemen pendukung. Kekuatan yang diterjunkan meliputi kapal perang Republik Indonesia (KRI), Korps Marinir, unsur penerbangan TNI AL, Komando Pasukan Katak (Kopaska), hingga satuan pendukung lainnya.
“Jadi bukan hanya kekuatan inti, tapi juga kekuatan pendukung ikut dilibatkan bagaimana mereka juga siap untuk terjun langsung di dalam latihan ini,” tuturnya.
Dalam Latopsfib, sejumlah materi latihan akan dilaksanakan, antara lain operasi peranjauan, renang tempur, infiltrasi dan sabotase bawah laut, operasi siber, penembakan rudal, penembakan artileri, penggunaan drone, hingga serbuan amfibi.
NOW ON AIR SSFM 100

