Rangkaian kebakaran tersebut, kata dia, menunjukkan pentingnya setiap desa adat memiliki sistem mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Semua desa adat di Nusa Tenggara Barat perlu dilengkapi sistem pemadam kebakaran atau early warning system. Desa adat juga harus memiliki aparatur yang dilatih khusus untuk mitigasi bencana,” ujar Ihwan.
Selain penyelamatan artefak yang masih tersisa, Dinas Kebudayaan NTB mendorong dokumentasi menyeluruh terhadap benda-benda budaya di Kampung Adat Sade. Salah satu perhatian utama adalah peralatan dan koleksi yang berkaitan dengan tradisi tenun.
Ihwan menilai dokumentasi perlu disertai pembuatan replika sejumlah artefak penting. Dengan cara tersebut, masyarakat tetap memiliki referensi dan peralatan pengganti apabila kembali terjadi bencana yang merusak benda-benda budaya.
“Dusun ini terkenal dengan tenun, maka barang-barang yang berkaitan dengan tenun perlu dilakukan dokumentasi. Kemudian ditiru (buat replika) supaya kalau ada kebakaran seperti ini warga masih memiliki alat lain,” kata Ihwan. (ant/saf/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

