Selain itu, fasilitas tangga darat yang jatuh ke laut akibat gempa akan segera dievakuasi. Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan fasilitas tersebut tidak mengganggu keselamatan maupun aktivitas kapal di pelabuhan.
Pelni memastikan setiap perubahan pola sandar dan pelayanan penumpang akan disesuaikan dengan kondisi fasilitas serta hasil koordinasi bersama otoritas terkait.
“Kami terus berkoordinasi dan memonitor perkembangan kondisi di Maumere bersama otoritas terkait dan Pelindo. Setiap penyesuaian operasional akan kami lakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penumpang,” ujar Budi.
Pelni juga memberikan kebijakan khusus bagi penumpang yang terdampak gempa dan memilih membatalkan perjalanan. Penumpang dapat memperoleh pengembalian dana tiket sebesar 100 persen.
Kebijakan refund tersebut diberikan sebagai bentuk penanganan kondisi force majeure. Pelni menargetkan proses pengembalian dana dilakukan paling lambat dua hari setelah jadwal keberangkatan kapal atau H+2.

NOW ON AIR SSFM 100

